Kuningan, MI.com — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan Jawa Barat, intensifkan edukasi pencegahan Narkoba kepada generasi muda.
Kali ini sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dipadukan dengan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun pelajaran 2025/2026.
Selama tiga hari, 15 – 17 Juli 2025 sosialisasi P4GN digeber di 15 satuan pendidikan tingak SMP, SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Kuningan. Kegiatan berlangsung setiap hari sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai menyasar siswa-siswi baru yang mengikuti kegiatan MPLS.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
Edukasi diberikan secara langsung oleh tim penyuluh dari BNNK Kuningan dengan pendekatan komunikatif dan interaktif.
Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si., memimpin langsung kegiatan ini bersama tim P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), yang terdiri dari Dedy Nuryadi, SE, Ine Dwi Juniar Kurniawati, S.K.M., Khairun Nisa, S.K.M., Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom., MA, dr. Ade Cindra Rizki Fauzi, MARS., Didin Sudirman, SE, dan Yogha Adhie Nugraha, S.Hut.
Adapun sekolah-sekolah yang menjadi lokasi penyuluhan di antaranya:
- SMAN 1 Kuningan, SMAN 2 Kuningan, SMAN 3 Kuningan
- SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 5 Kuningan
- SMKN 1 Cilimus, SMAN 1 Cilimus, SMAN 1 Kadugede
- SMKN 1 Japara, dan SMAN 1 Subang
- SMPN 1 Kuningan, SMP Plus Miftahul Falah
- SMK Auto Matsuda, SMK Karya Nasional
- MTs Hidayatul Falah dan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Manba’ul Huda
Tujuan kegiatan, jelas Agus Mulya yaitu memperkenalkan siswa baru terhadap bahaya laten narkoba yang kian mengancam generasi muda.

Penyuluh dari Tim P2M BNN Kuningan sedang memberikan materi bahaya penyalahgunaan Narkoba di Aula SMAN 1 Kuningan, Selasa 15 Juli 2025
Adapun materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis narkotika, dampak medis dan sosial dari penyalahgunaan, hingga strategi ketahanan diri menghadapi godaan lingkungan. Penyuluhan juga dilengkapi dengan simulasi interaktif dan sesi tanya jawab yang memantik partisipasi aktif siswa.
Sosialisasi P4GN dalam MPLS ini dilaksanakan pada jenjang SMP dan SMK/SMK karena mereka merupakan target utama peredaran Narkoba. Sehingga dengan adanya informasi bahaya penyalahgunaan Narkoba kepada ribuan pelajar, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif sejak dini.
Selain itu, untuk membangun sinergi strategis antara BNNK Kuningan dengan istitusi pendidikan dalam mewujudkan program Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR). “Alhamdulillah respon positif dari peserta didik dan pihak sekolah. Hal ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pencegahan Narkoba di lingkungan pendidikan,” ujar Agus Mulya.
BNN menegaskan kembali komitmennya dalam membentengi pelajar dari ancaman Narkoba sedini mungkin, dengan harapan menjadi bagian dari strategi preventif nasional menuju geerasi sehat, berdaya tahan dan berdaya saing.
“Membangun kesadaran sejak usia sekolah adalah fondasi utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara BNN dan sekolah adalah kunci mewujudkan Kabupaten Kuningan yang BERSINAR — Bersih dari Narkoba,” pugkas dia. (Tan)**
