Kuningan, MI.com — Pengupasan jalan di lahan lereng Gunung Ciremai, milik Puspita Cipta Group di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, sebenarnya untuk membuat jalur transportasi pengangkut bibit pohon untuk ditanam di lereng gunung Ciremai. Hal itu dilakukan karena medan yang cukup terjal sehingga menyulitkan distribusi bibit pohon, bukan untuk sirkuit.
Demikian keterangan Manajemen Agro Puspita Cipta Group, Heri Ruhiyat Taufik, saat jumpa Pers di Minara House Jl. Siliwangi Kuningan, Senin (8/12/2025) petang.
Ia membenarkan lahan tersebut milik H Rokhmat Ardiyan Anggota DPR RI selaku Owner Puspita Cipta Group. Namun belum ada kaitan dengan pengembangan obyek wisata Arunika.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
Lahan tidak produktif dan sudah lama terbengkalai itu ungkap Heri, pihaknya mencoba menanam bibit pohon produktif, seperti alpukat, nangka, tapi mati oleh keberadaan banyak gulma Kaliandra.
“Secara bertahap jalan dibuka untuk menyimpan bibit pohon, lalu kembali dilakukan penanaman jati, pinus dan lain lain, dimana Bibit pohon diambil dari Jawa Tengah,”terang Heri.
Kordinator lapangan Agrowisata Nuky Nurholis, S.P. mengungkapkan, terkait penggunaan alat berat sebenarnya untuk efisiensi dan mempercepat proses pembersihan gulma termasuk pepohonan yang tumbuh liar. Selanjutnya menyiapkan penanaman bertahap mengikuti proses pembersihan gulma.

Jalan yang dibangun di tanah milik Arunika dengan menggunakan alat berat diklim CEO Puspita Cipta Grup, Heri Ruhiyat Taufik bersama jajaran dalam konferensi pers di Minara House, Jalan Siliwangi Kuningan, Senin (8/12/2025) untuk penghijauan
Ia menegaskan, saat ini belum ada rencana pengembangan obyek wisata. Terkecuali pembersihan gulma Kaliandra, yang mematikan bibit pohon. “Yang pasti kami berencana, membuat hutan tematik untuk penelitian, edukasi, rekreasi. Atau laboratorium alam (arboretum) Tidak ada pembangunan usaha, yang saat ini memerlukan Amdal,” jelas Nuky.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Hukum Puspita Group, Ady Waggos, S.H., M.H.,. hingga saat ini belum ada rencana pengembangan usaha di lokasi itu. Terkait pembangunan sirkuit yang diekspor media adalah tidak benar.
Kedepan jika ada pengembangan usaha, tentu kami akan memproses Amdal sesuai master plan.Terlebih komitmen H Rokhmat Ardiyan, konsisten dan peduli menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Seperti di ketahui selama ini Puspita Cipta Group sudah menanam 20 ribu lebih beragam jenis pohon, dengan tujuan untuk mengembalikan vegetasi pepohonan di lahan tersebut. Niat baik ini diharapkan mendapat dukungan semua pihak. (H. Wawan Jr)**
