Maleber, MI.com — KUA Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan konsisten menjaga kebersihan tempat melalui program Gerakan Bersih-Bersih (GEBER) Masjid/Musala. Giat ke 40 dilaksanakan di Musala Atthohiriah, Blok Langensari, Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kamis (3/9/2026), sebagai bagian dari implementasi ekoteologi yang digaungkan Kementerian Agama.
Kepala KUA Kecamatan Maleber, Ahmad Sundayana Sunardi, mengemukakan bahwa GEBER tidak hanya diarahkan untuk menciptakan tempat ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan.
“Melalui aksi nyata di lingkungan masjid dan musala, KUA Kecamatan Maleber berupaya menerjemahkan semangat ekoteologi ke dalam praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.” ungkap Ahmad.
Baca juga :
- Bupati Saba Lembur di Mandirancan: Hiburan dan Kepedulian Sosial
- Kober Cempaka Taraju Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW: Sederhana tapi Meriah
- KUA Maleber Konsisten GEBER: Wujudkan Ekoteologi Tempat Ibadah
- Nyimas Lenggangherang 5 Suganangan: Kolaborasi Budaya dan Olah Raga
Keberlanjutan GEBER menunjukkan bahwa gerakan tersebut telah menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Maleber dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat ibadah.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi dapat menjadi kebiasaan bersama. Tempat ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman akan mendukung masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan lebih baik,” ujarnya.
Kebersihan tempat ibadah memiliki arti penting dalam menunjang kekhusyukan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan. Karena itu, perawatan masjid dan musala perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik pengelola, jamaah, maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Selain menjaga kebersihan, GEBER juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara KUA dengan masyarakat. Kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan musala dapat menjadi sarana membangun kepedulian kolektif sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui GEBER ke-40 ini, KUA Kecamatan Maleber kembali menegaskan bahwa merawat tempat ibadah sekaligus menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. Gerakan tersebut diharapkan mampu menghadirkan tempat ibadah yang bersih, sehat, nyaman, serta semakin mendukung kehidupan keagamaan masyarakat Desa Cipakem. (Kontributor: Mizaj Hamzah Nabiel)










Leave a Reply