Kuningan, MI.com — Hujan deras yang terjadi pada Rabu (31/12/2025) pukul 01.45 WIB, mengakibatkan tebing sepanjang 20 meter, tinggi 11 meter dan lebar 7 mater, longsor di Blok Kardi Dusun 1 RT 02 RW 01 Desa Singkup, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan.
Material longsor menimpa akses jalan usaha tani sepanjang panjang 20 meter dengan ketebalan 3 meter. Akses jalan itupun tertutup total, dan sawah bengkok di Dusun Pahing, seluas 2 hektar rusak parah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD, Reno Presna Sunardi, menjelaskan, aparat Desa Singkup telah langsung koordinasi dengan Aparat Kecamatan Japara, TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Kuningan.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
BPBD setelah menerjunkan tim assessment, pada Rabu (31/12) siang, mengungkapkan, untuk penanganan longsor, diperluakan alat berat.
Longsor di Obyek Wisata Pakuwon Pajambon
Pada Rabu (31/12/2025) pukul 18.41 WIB terjadi pula di Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya, mengakibatkan lokasi obyek wisata Pakuwon yang berupa saluran air tempat papalidan tertutup air. Hal itu berdampak pula pasokan air ke area pertanian dan permukiman warga terganggu.

Longsor di Blok Pakuwon Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Rabu (31/12/2025)
Kapala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih, menjelaskan, titik longsor berada di aliran Sungai Cilengkrang B merupakan jalur aliran air menuju lahan pertanian dan permukiman warga.
“Material longsor sampai menutupi saluran air papalidan di kawasan wisata Pakuwon. Aliran Sungai Cilengkrang B ini menuju ke area pertanian dan pemukiman, jadi dampaknya cukup terasa,” ujar Nani kepada vox, Rabu (31/12).
Penyebab terjadinya longsor tersebut ditenggarai akibat curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kramatmulya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan kandungan air di dalam tanah menjadi jenuh sehingga daya ikat tanah melemah dan memicu terjadinya pergerakan tanah di sekitar aliran sungai dan kawasan wisata.
Saat ini telah dilakukan penanganan darurat, dengan memotong pohon di area longsor. Dan besoknya dilakukan perbaikan dengan kerja bakti.” Imbuh kuwu Nanti.

Longsor sepadan jalan di Dusun 2 Desa/Kecamatan Jalaksana, Selasa (30/12/2025)
Longsor sepadan jalan di Jalaksana
Sebelumnya, terjadi pula longsor Dusun 2 RT 08 RW 02 Desa/Kecamatan Jalaksana, Selasa (30/12/2025) pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi pada TPT sepanjang 10 meter dengan tinggi 12 meter, mengganggu akses jalan dan aliran sungai Cihurang.
Kronologisnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat pada Selasa sore, mengakibatkan longsor sepadan jalan. Aparat desa langsung berkoordinasi dengan Aparat Kecamatan, TNI, POLRI, dan BPBD Kab. Kuningan.
BPBD Kuningan Mengirimkan Tim Assessment, terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana. Sementara aparat desa, petugas kepolisian dan masyarakat memasang rambu-rambu dan menutup lokasi longsor dengan terpal. (Tan)
