Wonosobo, MI.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menginginkan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan karakter dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Dilansir dari Antara, setelah meresmikan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek, Kabupaten Wonosobo di Wonosobo, Sabtu, ia menilai sistem pendidikan berbasis asrama memiliki keunggulan dalam membentuk karakter peserta didik.
Melalui kehidupan di lingkungan pesantren, katanya, para santri tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga menjalani pembiasaan nilai-nilai Islam, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mendorong pendidikan di MBS Kertek terus dikembangkan dengan mengintegrasikan pendidikan agama, pendidikan karakter, serta penguasaan sains dan teknologi.
Baca juga :
- Mendikdasmen ingin MBS Kertek jadi Pusat Pendidikan Karakter dan STEM
- Nuzul Rachdy: Pidato Presiden Pedoman bagi Daerah dalam Merumuskan Arah Kebijakan Pembangunan
- Gebyar Graha Alana: HUT ke 81 Kemerdekaan RI Dimeriahkan Organ Tunggal
- Gebyar Pesta Rakyat Hari Jadi ke 43 Desa Cimulya dan HUT ke 81 RI
“Kami berharap agar pondok pesantren ini tetap menjadi layanan pendidikan yang unggul dan dapat mencetak generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia, yang terampil dan juga punya kemampuan kepemimpinan untuk memajukan bangsa dan negara,” katanya.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kertek Oni Ferianto menyampaikan MBS Kertek yang berdiri sejak 2017, sedangkan pembangunan gedung tahap ketiga ini diresmikan oleh Mendikdasmen.
“Gedung MBS lantai 4 dengan jangka waktu pengerjaan 150 hari kerja dengan menelan anggaran Rp5 miliar untuk bangunannya beserta fasilitas lain, kemudian untuk pembelian tanah Rp1,6 miliar, total Rp6,6 miliar,” katanya.
Ia menyampaikan untuk mendukung program MBS yang sekarang, sudah mempunyai program untuk pembelajaran ke Kairo dan ke Madinah.
“Insyaallah mulai tahun depan 2027/2028 kita memberangkatkan 4-6 anak untuk belajar ke luar negeri, dan kami harapkan hasil yang kita lakukan dan hasilkan dari MBS ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Wonosobo dan sekitarnya dan untuk umat pada umumnya,” katanya. (Tan)*
