Kuningan, MI.com — Hujan deras yang terjadi pada hari Selasa (30/12/2025) dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, mengakibatkan TPT lahan di belakang rumah H. Dodo Suhada (72), longsor, di Dusun Kliwon RT 03 RW 01 1 Desa Kalapagunung Kecamatan Kramatmulya, pada pukul 18.20 WIB.
Penyebab longsor tembok penahan tebing (TPT) milik H. Dodo, bukan hanya karena curah hujan tinggi, juga karena kondisi TPT berumur 18 tahun sudah lapuk. Dampaknya, material longsor TPT itupun menimpa aliran Sungai Cigalagah terganggu, dan airnya merendam DTA.
Baca juga :
- Empat Kepala Dinas dan Badan di Kuningan Pensiun Awal 2027
- Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden
- Belasan Ruang Kelas SMPN 1 Luragung Rusak Berat Diterjang Angin Kencang
- Musrenbang Kelurahan Kuningan, Camat Deni: Sumber Dana Tak Hanya dari APBD
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, bahwa BPBD Kabupaen Kuningan, baru menerima informasi pada Kamis (1/1/2026) pukul 10.00 WIB. Setelah menerima informasi, BPBD Kuningan menerjunkan tim asesment dan memberikan bantuan logistik.
Dilaporkan, tidak ada korban jiwa, namun TPT Lahan di belakang rumah H. Dodo Suhada yang dihuni 1 KK dengan 4 jiwa mengalami longsor sepanjang 30 meter, tinggi 3 meter dan lebar 2 meter. Di lokasi itupun, pagar sepanjang 30 meter, tinggi 4 meter dan lebar 7 meter, juga ambaruk.
Selain itu, pagar milik DTA tertimpa longsorsan dengan ukuran 6 meter dan limpasan air masuk ke dalam ruangan DTA.

Pananganan longsor TPT lahan di belakang rumah H. Dodo Suhada sepanjang 30 meter dengan tinggi 3 meter menggunakan esvakator, Kamis (1/1/2026),
Aparat desa Kalapagunung, terang Indra Bayu, langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan, TNI, Polri, DPUTR dan BPBD Kabupaten Kuningan.
Esoknya, Rabu (31/12) dilakukan pembersihan material longsor oleh pemilik dan masyarakat setempat. Sementara, pengerukan Sungai Cigalagah menggunakan esvakator. (Tan)*










Leave a Reply