Karangkancana, MI.com — Pemerintah Desa Tanjungkerta bersama masyarakat sukses menggelar Pesta Rakyat “Panglawungan Budaya Sunda” selama satu pekan, 4 – 12 September 2026 di Lapangan Jami Lega Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana.
Puncak kegiatan diakhiri dengan pergelaran Wayang Golek dengan Dalang Fino Dadan Sunandar Sunarya PGH III dari Desa Sukasari Kecamatan Karangkancana itu dihadiri oleh Ketua Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, SE, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan Asep Setia Mulya, ST.
Hadir pula, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Kuningan Rangga Apriatna, S.STP, M.Si, Kades Tanjungkerta Iwan Febri Suwandi, SE bersama istri, Tika Avian yang juga anggota DPRD Kuningan. Selain itu, Forkompimca Karangkancana dan para Kepala Desa se Kecamatan Karangkancan, serta ribuan warga Tanjungkerta dan sekitarnya.
Baca juga :
- Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke 528 Kuningan: Dipadati Ribuan Warga
- Pesta Rakyat Kemerdekaan: Panglawungan Budaya Sunda di Tanjungkerta Meriah
- Hj. Tuti Rusilawati: Jaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat
- Peringati Maulid Nabi: Heyoka Creative gelar Aksi Sosial bersama Anak Yatim di Cirendang
Kades Tanjungkerta, Iwan Febri menyampaikan terima kasih kepada kepala donatur dan sponsor diantara Kades Jabranti, Mamat Saefudin Jalu, pengusaha Cihanjaro, SPPG Marga Mukti dan lainnya.
Menurut Iwan Febri, Psta Rakyat Kemerdekaan Panglawungan Budaya Sunda merupakan wahana berkumpul dan bersilaturahmi warga dengan mengedepankan kebersamaan dan kegotongroyongan yang menjadi ciri khas masyarakat perdesaan. Anak-anak dan remaja diharapkan akan mengenal warisan budaya leluhur, karena kita yang harus melestarikan budaya Sunda secara berkelanjutan.
Iwan mengingatkan bahwa pembangunan itu, tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi SDMnya yang terpenting harus dibangun sebagai modal dasar pembangunan yang dilandasi semangat gotong rorong. “Ingat bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong merupakan modal dasar pembangunan.” Ujar Iwan Febri.

Pergelaran Wayang Golek dengan Dalang Fino Dadan Sunandar Sunarya dari Loka Kancana Pularan, Sabtu (12/9/2026) malam memeriahkan Pesta Rakyat Kemerdekaan Panglawungan Budaya Sunda di Desa Tanjungkerja Kecamtan Karangkancana.
Ia berharap semangat Panglawungan Budaya Sunda tidak berhenti sampai acara ini selesai, tapi harus dijaga jangan sampai padam. “Semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang selama delapan hari ini kita laksanakan agar terus ditanamkan dalam kehiduapan yang lebih besar, termasuk dalam pembanguna desa,” ujar Iwan.
Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pesta Rakyat “Panglawungan Budaya Sunda” yang digelar selama sepekan, dalam rangka HUT ke 81 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke 528 Kuningan.
“Ini adalah pesta rakyat yang sebenarnya dan paling meriah selama saya keliling ke beberapa desa di Kabupaten Kuningan. Ini bukan karena ada uang tapi ada semangat kebersamaan dan gotong-royong, terbukti adanya stand-stand dari setiap RT yang bisa bertahan selama satu pekan.” Ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan ini, Jumat (11/92026) malam.
Warga selama 8 hari bersuka-cita dengan pasar malam dengan hiburan seni Sunda. “Di sini nilai-nilai budaya yang dikemas dengan akar budaya Sunda, berbagai seni budaya ditampilkan diantaranya Jaipongan, dan pergelaran wayang golek dengan dalang lokal Fino Sunandar Sunarya PGH 3. Ini sangat membanggakan.” ucap Nuzul.
Hal senada disampaikan oleh Kadis PMD Kuningan, Rangga Priatna. Ia atas nama Bupati Kuningan menyampaikan terima kasih dan apresisasi atas penyelenggaraan Pesta Rahayat Kemerdekaan “Panglawungan Budaya Sunda” ini.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ini sangat luar biasa, partisipasi masyarakat dalam Pesta Rakyat ini patut diacungi jempol, kebersamaan dan kegotongroyongan. Semoga bisa diterapkan dalam kemasyarakatan sehari-hari dan pembangunan di Desa Tanjungkerta,” ujar Rangga.
Helaran wayang golek merupakan bukti ngamumule (melestarikan) budaya Sunda, karena dari wayang golek ini ada motivasi, filosopi, budi bekerti, tuntunan dan nilai tradisi yang bisa dijadikan wawasan bagi generasi muda. (Tarman)*










Leave a Reply