Darma, MI.com — Ruas jalan Cipasung – Subang, tepatnya di Blok Sindangkasih Dusun Ciawitali RT 02 RW 02 Desa Cimenga Kecamatan Darma, hampir terputus. Pasalnya, setengah badan jalan di titik tersebut, terseret longsor. Informasinya, longsor itu terjadi pada dini hari tadi, Jumat (14/11/2025) pukul 01.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, tembok penahan tebing (TPT) di ruas jalan Cipasung – Subang, longsor mengakibatkan bahu jalan dan sebagian badan jalan dan tiang telkom terbawa longsor. Material longsor itupun menutup kebun milik Mulyadi (70) yang berada di bawahnya.
TPT yang longsor panjang 18 meter, tinggi 7 meter dan lebar 80 cm, sementara bahu jalan yang terbawa longsor panjang 18 meter, tingggi 7 meter dan lebar 3 meter, dan bahu jalan panjang 15 meter dengan lebar 1 meter.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Kronologis kejadian terang Indra Bayu, pada Kamis (13/11) terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari pukul 15.30 hingga 22.0 WIB, mengakibatkan TPT akses jalan raya Cipasung – Subang longsor.
Ia mengungkapkan, Aparat Desa Cimenga berkoordinasi dengan Kecamatan Darma, TNI, Polri, DPUTR dan BPBD Kuningan. Aparat kepolisian dibantu masyarakat memasang garis polisi dan rambu-rambu penanda longsor, serta melakukan system buka tutup akses jalan untuk KR2 dan KR4.
“Untuk penanganan terang Indra Bayu, diperlukan terpal dan alat berat.” terang Indra Bayu.
Karena hampir terputus, arus lalu lintas sendiri terpaksa dilakukan buka tutup. Bahkan, untuk kendaraan angkutan (mobil besar), diarahkan ke jalur alternatif sejak dari Cipasung.
Informasi yang dihimpun, jalur itu sebenarnya tak begitu lama dibenteng (tembok penyangga pinggir jalan). Namun nampaknya, jalur yang berdiri di atas tanah/batu cadas itu, kalah tangguh dihantam hujan dalam beberapa hari belakangan.

DPUTR Siapkan Langkah Darurat dan Pondasi ‘Bor Pile”
Pasca_longsor TPT dan amblasnya ruas jalan Cipasung -Subang, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan upaya penanganan.
Kepala Dinas PUTR Kuningan, Ir I Putu Bagiasna, MT memastikan pihaknya segera melakukan penanganan darurat pada ruas jalan Cipasung-Subang di Desa Cimenga yang amblas akibat longsor.
Langkah cepat ini diambil atas instruksi Bupati Kuningan untuk segera memulihkan akses lalu lintas yang terganggu. Dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025), Putu Bagiasna menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari.
Bencana ini mengakibatkan longsoran sepanjang kurang lebih 25 meter dengan kondisi tebing yang sangat curam, mencapai hampir 12 meter. “Akibat longsoran itu sangat mengganggu arus lalu lintas, terutama untuk roda empat kemungkinan sulit lewat, sementara roda dua masih bisa,” ujar Putu.
Situasi semakin mendesak karena jalur alternatif yang biasa digunakan, seperti jalur Ciamis via Jamursi, saat ini juga dalam kondisi longsor. “Dikhawatirkan terisolir, sehingga Pak Bupati tadi memerintahkan karena ini force majeure, segera (ditangani),” ungkapnya.
Sebagai langkah darurat, DPUTR akan melakukan pengikisan tebing di sisi timur jalan untuk memperlebar badan jalan menjadi sekitar 4 meter. “Langkah yang paling cepat, saya adalah mengikis tembok sebelah timurnya untuk memperlebar kapasitas jalannya, misalnya dengan menutup saluran yang ada dulu. Itu emergency-nya di sana supaya bisa lalu lintas,” jelas Putu.
Untuk penanganan permanen, Putu menegaskan tidak akan menggunakan bronjong. Pihaknya sedang mendesain penggunaan pondasi bor pile (beton bertulang) karena kondisi tebing yang sangat tinggi dan curam.
“Mudah-mudahan di awal Desember kita sudah mulai start bekerja. Dan saran Pak Bupati, sebelum lebaran atau bulan puasa itu selesai,” tukasnya. (Tan)**
