Kuningan, MI.com — Semarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan menggelar bimbingan manasik haji tingkat kecamatan. Acara yang berlangsung di Lapangan Desa Pamulihan ini diikuti oleh 138 peserta dari kalangan ibu-ibu majelis taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Rabu 10 September 2025, dikutip dari jabar.kemenag.go.id
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh calon jamaah haji yang akan berangkat, tetapi juga oleh mereka yang belum mendaftar haji maupun yang sudah pernah berhaji. Tujuannya, terang Kepala KUA Cipicung, H. Sumarna, untuk memberikan bersama mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus memperdalam makna spiritualnya.
H. Sumarna bersama para Penyuluh Agama Islam memberikan bimbingan langsung dan simulasi di lapangan. Ia menekankan bahwa manasik haji merupakan sarana penting untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan umat terhadap rukun Islam kelima.
Baca juga :
- Puncak El Nino Diprediksi Agustus 2026, Kementan Siapkan Strategi
- Jumlah Kelas Menengah RI Turun, Minimnya Ketersediaan Lapangan Pekerjaan
- Ditahan Imbang Persibangga 1-1, Pesik Lolos ke 16 Besar Liga 4 Piala Presiden
- AS-Iran Capai Kesepakatan Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Anjlok
“Manasik ini bukan sekadar persiapan bagi calon jamaah haji, tetapi juga pembinaan umat agar semakin memahami makna haji sebagai ibadah penyempurna. Dengan latihan ini, peserta dapat merasakan kedekatan spiritual, meskipun belum semuanya akan berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat. Para peserta tampak antusias mengikuti simulasi thawaf, sa’i, wukuf, hingga melontar jumrah. Banyak di antara mereka yang terharu, bahkan mengaku benar-benar merasa seakan sedang menunaikan ibadah haji di Makkah.
Manasik inipun menjadi ajang silaturahmi antar majelis taklim dan wujud semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. Dengan adanya kegiatan ini, KUA Cipicung berharap bimbingan manasik haji dapat terus digelar secara berkesinambungan, sehingga umat semakin teredukasi dan siap lahir batin dalam melaksanakan ibadah haji ketika tiba waktunya. (kontributor: Dede Nursiti)**
