Kuningan, MI.com — Semarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan menggelar bimbingan manasik haji tingkat kecamatan. Acara yang berlangsung di Lapangan Desa Pamulihan ini diikuti oleh 138 peserta dari kalangan ibu-ibu majelis taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Rabu 10 September 2025, dikutip dari jabar.kemenag.go.id
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh calon jamaah haji yang akan berangkat, tetapi juga oleh mereka yang belum mendaftar haji maupun yang sudah pernah berhaji. Tujuannya, terang Kepala KUA Cipicung, H. Sumarna, untuk memberikan bersama mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus memperdalam makna spiritualnya.
H. Sumarna bersama para Penyuluh Agama Islam memberikan bimbingan langsung dan simulasi di lapangan. Ia menekankan bahwa manasik haji merupakan sarana penting untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan umat terhadap rukun Islam kelima.
Baca juga :
- DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku jadi Penggerak Ekonomi dan UMKM
- OJK Cirebon: Mahasiswa Harus Menguasai Literasi Keuangan
- Liga Champions: PSG Vs Arsenal
- Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
“Manasik ini bukan sekadar persiapan bagi calon jamaah haji, tetapi juga pembinaan umat agar semakin memahami makna haji sebagai ibadah penyempurna. Dengan latihan ini, peserta dapat merasakan kedekatan spiritual, meskipun belum semuanya akan berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat. Para peserta tampak antusias mengikuti simulasi thawaf, sa’i, wukuf, hingga melontar jumrah. Banyak di antara mereka yang terharu, bahkan mengaku benar-benar merasa seakan sedang menunaikan ibadah haji di Makkah.
Manasik inipun menjadi ajang silaturahmi antar majelis taklim dan wujud semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. Dengan adanya kegiatan ini, KUA Cipicung berharap bimbingan manasik haji dapat terus digelar secara berkesinambungan, sehingga umat semakin teredukasi dan siap lahir batin dalam melaksanakan ibadah haji ketika tiba waktunya. (kontributor: Dede Nursiti)**
