Kuningan, MI.com — Gio, 4 tahun warga, Pelajar SMPN 3 Ciawigebang, warga Dusun kramatmulya, Kecamatan Ciawigebang bersama teman-teman, berenang di Sungai Cisanggarung, Rabu (10/12/2025) pukul 14.05 WIB.
Namun naas, Gio Borneo Sanjaya bin Putra, tenggelam dan terseret arus deras sungai Cisanggarung. Korban ditemukan esok harinya di dekat Jembatan Desa Benda, tepatnya di kawasan Blok Leuwi Cadas, Dusun Dua, Desa Benda, Kecamatan Luragung, , pukul 12.33 WIB, dalam kondisi telah meninggal.
Baca Juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
“Korban ditemukan setelah tim menyisir area sekitar jembatan. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan. Indra Bayu Permana, Kamis (11/12/2025).
Kata Indra, korban merupakan salah satu dari 7 anak yang tengah berenang di aliran Sungai Cisanggarung ketika peristiwa nahas itu terjadi. Setelah menerima laporan, petugasnya langsung berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan pencarian.

Kapolres Kuningan, AKBP Ali Akbar berbincang dengan orangtua Gio di lokasi pencarian korban tenggelam di Desa Benda Kecamatan Luragung, Rabu (10/12/2025)
K
epala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, bahwa hari Rabu (10/12/2025) pukul 14.05 WIB, Gio bersama enam temannya yakni Alhafis rizal ristiansyah bin Susanto (13), Muhamd Lufi bin Deni (14), Muhamad Aisar Hamdani bin Dadang (13), Ian Fidiawan Bin Wayo (13), Muh. Sahrul Akbar bin Sharudin (13), dan Dede Yusup Bin Daryo (13) berenang di Sungai Cisanggarung Blok Leuwi Cadas Dusun 2 Desa Benda Kecamatan Luragung.
Pada saat itu, Lufi berbicara bahwa kedalaman setinggi lengan tangan saat berdiri di air akhirnya korban dan Ian, Lufi dan Aisar berusaha menolong namun korban terbawa arus. Dikarenakan arus sungai deras, akhirnya korban tak bisa tertolong, sehingga Aisar meminta pertolongan kepada warga Desa Benda, dan dilaporkan ke Pemdes Benda.
Selanjutnya, Pemdes benda berkoordinasi dengan Aparat kecamatan Luragung, TNI, Polri, BPBD dan Damkar Kuningan. BPBD menerjunkan tim assessment dan melakukan pencarian korban hingga sore hari.
BPBD Kuningan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di area sungai mengingat curah hujan tinggi dan derasnya arus sungai belakangan ini meningkatkan risiko kecelakaan air. (Tan)*
