Padang, MI.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa total sementara 174 jiwa meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 mengalami luka-luka di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11/2025).
Sumatera Utara: 116 meninggal, akses terputus di sejumlah titik
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban terbanyak. Data sementara mencatat 116 korban jiwa dan 42 orang hilang, tersebar di beberapa wilayah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, dan Pakpak Barat.
Baca juga:
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ujar Suharyanto.

Foto udara permukiman terendam banjir di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025), sejumlah sungai besar di kota itu meluap dan merendam ratusan rumah. (ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA)
Gangguan akses transportasi akibat banjir
Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai besar di kota itu meluap dan merendam ratusan rumah. Lihat Foto Foto udara permukiman terendam banjir di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025).
Hujan deras dan longsor menyebabkan gangguan akses transportasi. Jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan terputus di beberapa titik. Di Mandailing Natal, sejumlah ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak juga tak dapat dilalui. Upaya pembukaan akses terus dilakukan dengan pengerahan alat berat.
Distribusi bantuan darurat telah dilakukan, terutama ke Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Logistik mencakup beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta perlengkapan keluarga. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, hingga kompresor juga telah disalurkan.
Kerusakan jaringan telekomunikasi
Kerusakan jaringan telekomunikasi membuat pendataan berjalan lambat. BNPB mengatasi kendala ini dengan mengerahkan perangkat Starlink di lokasi pengungsian dan posko. “Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” kata Suharyanto.
Mengungsi Salah satu akses jalur transportasi darat di Kabupaten Aceh Tengah tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. BNPB mencatat 35 korban meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka di Aceh, dengan Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah sebagai wilayah terdampak terparah. “Ini akan berkembang terus datanya.
Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” ujar Suharyanto. Pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Total 4.846 KK kini berada di tempat pengungsian.
Kerusakan akses darat juga cukup parah. Jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh terputus akibat longsor, sementara jembatan rusak di Meureudu memutus konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.
Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues dan Aceh Tengah bahkan tidak dapat diakses melalui jalur darat. Pengiriman logistik dilakukan menggunakan pesawat Hercules dan armada udara lainnya.

Sejumlah mobil terlihat ikut terseret akibat banjir di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11).
Sumatera Barat: 23 meninggal, akses Bukittinggi–Padang putus
Di Sumatera Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka. Korban tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Wilayah pengungsian juga cukup luas, dengan 50 titik di Pesisir Selatan, tiga titik di Kota Padang, serta titik-titik lain di Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Total sementara pengungsi mencapai 3.900 KK.
Ini Penjelasan BMKG Kerusakan infrastruktur meliputi lima jembatan di Padang Pariaman dan longsor yang menutup jalur nasional Bukittinggi–Padang di kawasan Padang Panjang. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat jalan terputus di Kecamatan Ampek Koto.
BNPB telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan Presiden juga dikirimkan melalui jalur udara.
Operasi modifikasi cuaca dijalankan serentak Menghadapi risiko hujan ekstrem yang masih tinggi, BNPB mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
OMC dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan dengan mengalihkan potensi awan hujan ke wilayah yang lebih aman. “Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” jelas Suharyanto.
Di Aceh, operasi dimulai pada Jumat (28/11). Sumatera Utara telah melaksanakan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai NaCl dan CaO. Di Sumatera Barat, operasi dijadwalkan dimulai Sabtu (29/11). (Kompas.com)**
