Mandirancan, MI.com — Masyarakat Desa Trijaya sedang giat membangunan Masjid Jami Al Hidayah Desa Trijaya Kecamatan Mandirancana, Kabupaten Kuningan. Pembangunan Masjid yang direncanakanan akan menelan dana sebesar Rp.1,277,665.000,- itu telah dimulai sejak bulan Mei 2025 lalu.
“Jadi hingga saat ini pembangunan terus berjalan sudah lebih dari satu tahun.” ungkap Yusuf, Kasi Pemerintah Desa Trijaya, belum lama ini di Kantor Desa Trijaya.
Ia pun merasa bangga karena ada donatur tetap yang bersedia menyumbangkan sebagian rezekinya untuk pembangunan, bahkan donasinya sudah lebih dari Rp.100 Juta, yang dikirim atau di transfer berdasarkan kebutuhan.
Baca juga :
- Warga Desa Trijaya Membangun Masjid Jami Al Hidayah: Ada Donatur Siap Membantu
- BAZNAS Kabupaten Kuningan Resmi Berganti Pimpinan
- Aksi Saling Lapor Pendemo: “Aksi Seribu Cangcut vs Aksi Pesta Bangkong”
- PAM Tirta Kamuning dan Pemdes Cikalahang Kerja Sama Pemanfaatan Air
Menariknya, imbuh dia donatur tersebut merupakan yang berada di Singapura, yang mulai mengenal pembangunan Masjid Trijaya berdasarkan pesan dari media sosial. Bahkan sang donatur itupun pernah melihat langsung ke sini untuk membuktikan bahwa benar sedang ada pembangunan masjid.
Sementara dari panitia, dia setiap bulannya selalu meminta progres pembangunan masjid. “Donatur tersebut setiap bulannya selalu meminta progres pembangunan masjid, bila memerlukan dana akan segera menstransfer kepada panitia.” ungkap dia.
Kepala Desa Trijaya, Wihanto menjelaskan, bahwa pembangunan masjid Jami Al Hidayah sangat mendesak karena sudah terlalu sempit, dan perlu di dibangun ulang sehubungan umurnya sudah cukup tua. Karena itu panitia sepakat untuk membangun masjid dengan kontruksi beton dua lantai, ha ini karena lahannya terbilang sangat sempit.

Pekerja sedang menggarap pembangunan Masjid Jami Al Hidayah Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan
Ia pun mengungkapkan bahwa sumber dana pembangunan berasal dari swadaya masyarakat, dan sumbangan dari para donatur yang berada di luar desa dan luar kota, termasuk ada donatur yang berasal dari Negara Singapura.
Sementara untuk besaran sumbangan dari warga yang sudah ditentukan, namun progresnya hingga saat ini baru mencapai 30% dari target. “Mudah-mudahan saja, warga masyarakat maupun donatur senantiasa dilimpahkan rizkinya oleh Allah SWT, sehingga mudah untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan Masjid Jami Al Hidayah ini.” ucap dia.
Dia pun merasa bangga karena hingga saat ini tak pernah kekurangan material untuk pembangunan, seperti tuntuk semen sudah ada yang mendonasikan. Begitu pula untuk pasir dan split kalau habis, sang donatur selalu siap mengirim kembali. “Ini tentu saja kegembiraaan bagi saya, panitia maupun warga Desa Trijaya,” ucap dia. (Tan)
