Ciniru, MI.com — Aklhir tahun 2025, banyak terjadi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kuningan, tak hanya banjir dan longsor, sebuah toko juga ambaruk di Blok Ciusayah sari RT 08 RT 04 Desa/ Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/12/2025).
Kronologis kejadian, pada Selasa (30/12) terjadi hujan disertai angin kencang dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, mengakibatkan atap ruko milik Desa Gumilang (32) ambruk. Penyebabnya, juga karena kondisi atap sudah lapuk sehingga ketika dihantam hujan deras dan angin kencang atap patah dan ambruk.
Bangunan seluas 72 meter persegi (12 x 6 meter) itu dihuni oleh 1 KK dengan 2 jiwa. Dalam laporannya, BPBD Kabupaten Kuningan, menyebutkan bangunan yang ambruk dibagian atap kamar.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Aparat Desa berkoordinasi dengan Aparat Kecamatan, TNI, Polri, Dinas Sosial, Baznas dan BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD Kuningan terang Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, mengirimkan tim assesment dan memberikan bantuan logistik.
Sementara aparat desa dan masyarakat setempat membersihkan material bangunan yang ambruk. Karena bangunan tak bisa dipergunakan, untuk sementara korban tinggal bersama orang tuanya di RT yang sama.

TPT milik Hidayat, ambruk dan mengancam bangunan rumah miliknya di Dusun Puhun RT 08/03 Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Selasa (30/12/2025) sore
Longsor di Desa Baok
Di Dusun Puhun RT 08 RW 03 Desa Baok, Kecamatan Ciwaru terjadi longsor, Selasa (30/12) pukul 18.45 WIB. Tembok penahan tebing sepanjang 10 meter, tinggi 3 meter dengan lebar 60 cm, milik Hidayat, ambruk, dan mengancam rumahnya.
Kronologis kejadian, terjadi hujan deras di wilayah Kecamatan Ciwaru, mengakibatkan tembok penahan tebing milik Hidayat, longsor. Apalagi kondisi tembok sudah lapuk, sehingga mengancam rumahnya. Korban memerlukan bantunan material bahan bangunan, dan perlu perbaikan saluran air.
Esoknya, Rabu (31/12) aparat desa bersama masyarakat setempat melakukan kerja bakti pembersihan material longsor. (Tan)**
