Kuningan, MI.com  — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya melakukan penanganan pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja. Salah satu langkah tersebut dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Hal itu terungkap saat Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., dan Kepala BBPVP Bandung, Dr. Reni Mutmainah Rosidah, M.Kes., di Ruang Kerja Bupati Kuningan, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, berbagai langkah strategis dibahas untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat melalui program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Bupati Dian menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kemnaker RI terhadap pengembangan ketenagakerjaan di Kabupaten Kuningan. Apalagi pada tahun 2026 ini akan diberikan pendidikan vocation bagi 1000 calon tenaga kerja.

Baca juga :

“Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima audiensi dan berdiskusi bersama Prof. Dr. Sukro Muhab dan Dr. Reni Mutmainah. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Menurut Bupati Dian, sejumlah program kolaboratif yang dibahas meliputi percepatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda.

“Pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan pasar kerja saat ini sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dan siap bersaing,” katanya, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dr. H. Toto Toharuddin, M.Pd., M.H.

Selain itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja juga menjadi perhatian utama guna mendorong daya saing daerah di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif. Di sisi lain, pengembangan wirausaha muda diharapkan dapat melahirkan pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Pemkab Kuningan, lanjut Bupati Dian, siap menyelaraskan berbagai program pembangunan ketenagakerjaan dengan kebijakan dan program yang dijalankan Kemnaker RI maupun BBPVP Bandung.

“Hadirnya pendampingan profesional dan program vokasi yang tepat sasaran, kami optimistis angka pengangguran dapat ditekan, produktivitas masyarakat meningkat, serta lahir generasi pekerja dan wirausahawan yang mandiri serta berdaya saing,” jelasnya.

Prof Sukro Muhab (ke dua dari kiri) saat pelepasan calon tenaga kerja ke PT Daihan Global Brebes, di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan TRansmigrasi Kab. Kuningan, Jumat (12/6)

Melalui kolaborasi tersebut, Bupati Dian berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pasar kerja di masa depan demi mendukung terwujudnya Kuningan Melesat.

Prof. Dr. Sukro Muhab saat pelepasan calon tenaga kerja ke PT Daihan Global Brebes di Kantor Dinas Nakertras Kuningan, Jumat (12/6) siang mengungkapkan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada PT Daihan yang telah menampung tenaga kerja asal Kabupaten Kuningan.

Berbekal tinggi daya serap calon tenaga kerja dari Kuningan ke PT Daihan dan lainnya, maka Kementrian Tenaga Kerja RI akan mempersiapkan Canaker yang siap kerja, tentunya dengan dibekali pendidikan vocation sesuai dengan kebutuhan perusahaan, atau untuk kerja mandiri.

“Kita akan memberikan pendidikan vocation tahun ini untuk 1000 calon tenaga kerja di Kabupaten Kuningan. Setelah selesai pendidikan, peserta akan diberikan sertifikat, sehingga peserta benar-benar kompeten dan siap kerja.”ungkap Prof Sukro. (Tan)*

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *