Kuningan, MI.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan melalui Kuningan Job Fair 2026 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Ewangga, Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 40 perusahaan dari Kuningan, Brebes, Cirebon, Majalengka hingga Jabodetabek ambil bagian dengan menyediakan sekitar 5.000 lowongan kerja bagi para pencari kerja.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengatakan, bahwa penyelenggaraan Job Fair merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mencari pekerjaan.
“Hari ini negara hadir, pemerintah daerah hadir di tengah-tengah masyarakat. Kita ingin memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan dunia usaha,” ujar Dian.
Baca juga :
- Job Fair Diserbu Ribuan Pencari Kerja
- Cek Kriteria Desil Penerima Bansos PKH dan BPNT yang Cair 20 Juli 2026
- Wujudkan Swasembada Pangan: Kementan Percepat Gerakan Tanam di Kuningan
- Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan: Keluarga Garda Terdepan
Menurut Bupati Dian, job fair sebagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan hasil. Angka pengangguran terbuka yang sebelumnya sempat menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat kini terus mengalami penurunan, mencapai 10 %, kini menurun menjadi 7%.
“Alhamdulillah kita sudah berada di jalur yang benar. Lapangan pekerjaan mulai terbuka dan berbagai program terus kita dorong agar angka pengangguran semakin turun,” katanya.
Ia meminta agar job fair diselenggarakan tidak hanya sekali setahun. Hal ini karena akan semakin banyak masyarakat yang berksempatan memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
Optimisme tersebut juga diperkuat dengan rencana masuknya investasi baru ke Kabupaten Kuningan. Dian mengungkapkan, setelah penetapan RTRW, sebuah perusahaan asal Korea Selatan berencana membangun pabrik di Kuningan dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
Selain mendorong masyarakat memperoleh pekerjaan, Dian mengajak generasi muda mulai membangun pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan.
“Kesuksesan tidak selalu menjadi pencari kerja, tetapi juga bagaimana kita mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan. Pelatihan yang disiapkan pemerintah harus dimanfaatkan untuk membangun kemandirian,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para pencari kerja tidak terlalu memilih pekerjaan pada tahap awal karier. “Jangan pilih-pilih dulu pekerjaan. Semua orang sukses memulai dari bawah. Yang terpenting adalah membangun pengalaman, disiplin, bekerja sungguh-sungguh, dan menunjukkan prestasi,” pesannya.
Bupati turut mengajak perusahaan peserta Job Fair memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pekerjaan yang tersedia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd menjelaskan Job Fair 2026 tidak hanya menghadirkan ribuan lowongan kerja, tetapi juga layanan konsultasi karier, informasi bekerja ke luar negeri, hingga program pemagangan.
Disnakertrans juga menyiapkan program pelatihan berbasis kompetensi bagi 1.200 peserta melalui 70 paket pelatihan yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta akan memperoleh sertifikat, uang makan harian, seragam, konsumsi, hingga bantuan permodalan setelah menyelesaikan pelatihan.
Tak hanya itu, tahun ini juga tersedia program beasiswa bagi 50 peserta yang akan dipersiapkan untuk bekerja secara legal di Jepang. Kita juga)sudah menjalin kerjasama dengan PT. Daihan Internasional Brebes, dengan menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak 250 orang per bulan bagi pencari kerja asal Kabupaten Kuningan. (Tan)
