Ciniru, MI.com — Bupati Kuningan, Dr. H.Dian Rahmat Yanuar, M.Si meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 di Desa Mungkaldatar Kecamatan Ciniru, 14 Juli 2026 lalu.
Bupati Dian mengatakan, bantuan rumah yang tidak layak huni merupakan program pemerintah pusat, yang berasal dari pajak masyarakat. “Programnya bernama BSPS diperuntukkan untuk masyarakat yang kuran mampu, terutama dari desil 1 sampai desil 4 yang dibangun berupa atap dinding dan lantai.” terang Bupati Dian didampingi Kadispermtan Kab. Kuningan, Dr. Deni Hamdani, M.Si.
Menurut Bupati, rumah akan menopang indek pembangunan manusia (IPM) karena dengan rumah yang layak huni, manusia akan berbahagia dan beradab. Di Kecamatan Ciniru, imbuh dia, ada dua desa yang mendapat program BSPS yakni Desa Mungkaldatar dan Desa Cipedes, masingg-masingg 10 unit rumah, denan besar bantuan Rp.20 Juta untuk setiap penerima manfaat.
Baca juga :
- Kepala BGN Umumkan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen
- Bupati Kuningan Tinjau Pelaksanaan Program BSPS di Desa Mungkaldatar
- BNN Soroti Marak Liquid Vape Kandungan Etomidate Sasar Anak Muda
- Ketua DPRD Kuningan Ajak Pers Jaga Profesionalisme dan Perkuat Demokrasi
“Bantuan stimulan ini harus dibuktikan, tidak boleh dialihkan ke orang lain, waktunya sesuai dengan yan ditetapkan. Untuk itu perlu bantuan swadaya masyarakat sekitar,” imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, Ia meninjau langsung salah satu rumah yang mendapat program BSPS, yakni rumah Pardi yang sedang dikerjakan.

Kehadiran bupati didampingi Kadis Perkimtan Kuninbgan Deni Hamdani, Kadis DPMD Rangga Apriatna, S.STP, M.Si, Asep Z. Fauzi Komisioner Baznas Kabupaten Kuningan, Forkopimca Ciniru, serta kepala Desa Mungkaldatar Nana Sudiana.
Nana Sudiana atas nama keluarga penerima manfaat menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan dan Disperkimtan Kuningan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Pusat kepada wara Desa Mungkaldatar yang temang yang telah mendapat program BSPS. Kami dalam mengerjakan sesuai dengan gambar dan waktu, pengerjaannya mendapat sokongan dari swadaya gotongroyong masyarakat yang masih sangat tinggi.” unggkap Kuwu Nana. (M. Aman)*
