Kuningan, MI.com — Bencana robohnya atap rumah milik Eko Haryanto (32), warga RT 04 RW 01, Lingkungan Ciwaru, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur akibat hantaman hujan deras yang turun seharian pada Minggu (24/5/2026) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB. Tak hanya meninggalkan kehancuran bangunan, tetapi juga penderitaan berkepanjangan pemilik rumah.
Eko yang baru saja mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan dan tinggal sebatang kara, karena kedua orang tuanya sudah tiada, sementara saudara perempuan semata wayangnya telah berumah tangga dan hidup bersama suami. Kini tidak ada tempat untuk berteduh untuk Eko, karena seluruh bagian atap rumahnya, mulai kayu hingga genteng hancur tak tersisa.
Hal itu dibenarkan Ketua RT 04, Een. Menurut Een, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi hampir seluruh bagian penutup rumah milik Eko hancur tak tersisa, hingga tidak mungkin dihuni.
Baca juga :
- Atap Rumah Eko Ambruk Kini Tak Bisa Dihuni
- DPC Partai Gerindra Kuningan Kurban 4 Sapi dan 5 Kambing
- BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar Tebar Hewan Kurban di Desa Sayana
- Kurban Membangun Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Tidak dipungkiri, kata Een, paska-kejadian bencana, Eko sempat mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah daerah. Tetapi, hal itu belum bisa menyelesaikan masalah, mengingat untuk merehabilitasi bagian atap rumah Eko memerlukan biaya yang tidak sedikit.
“Betul, setelah kejadian bencana besoknya peninjauan dan pemberian bantuan logistik dilakukan perwakilan dari pemerintah daerah. Tetapi yang sangat dibutuhkan Eko saat ini adalah uluran bantuan, agar bisa memperbaiki kerusakan atap rumah miliknya,” ujar Een.
Een berharap adanya perhatian dan bantuan, baik dari pihak pemerintah, atau siapa saja yang sudi peduli untuk berbagi demi meringankan beban Eko. Mengingat, pria lajang itu belum memiliki penghasilan tetap, karena bekerja saja baru mulai masuk, sehingga jangankan memperbaiki rumah, untuk keperluan sehari-hari saja kerepotan.
“Sementara saat ini Eko tinggal di salah satu kerabatnya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Tetapi itu kan tidak mungkin selamanya. Dengan kondisi ini, kami berharap adanya kepedulian dari pihak pemerintah atau elemen masyarakat lainnya untuk membantu meringankan beban warga kami ini, agar bisa kembali bisa tinggal di rumah yang layak dihuni,” harap Een. (Tan)*
