Kuningan, MI.com — Camat Kuningan, Deni Hamdani, SE, Kp. M.Si mengatakan, bahwa saat ini Kabupaten Kuningan, mengalami keterbatasan fiskal karena adanya pengurangan dana perimbangan dari Pemerintah Pusat.
Meski demikian ungkap Deni Hamdani, Pemda Kabupaten Kuningan, termasuk kelurahan Kuningan diminta jangan hanya mengandalkan sumber dana dari APBD Kab. Kuningan saja, karena masih ada sumber dana lainnya, seperti dari APBN, APBD Provinsi maupun CSR (Corporate Social Responsibility) BUMD atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), bisa juga dari Pokir atau aspirasi DPR RI dan DPRD.
Contoh KPBU diantaranya adanya program perbaikan rumah atau Rutilahu, yang tidak hanya dari Program BSPS Kementerian Perumahan, tetapi ada juga dari Baznas dan Pokir DPR RI H. Rokhmat Ardiyan.
Pada kesempatan itu, Camat Deni menyarankan agar usulan dari RT/RW agar diinventarisir kemudian diinput dalam SIPD, agar terdata dengan baik.
Baca juga :
- Musrenbang Kelurahan Kuningan, Camat Deni: Sumber Dana Tak Hanya dari APBD
- Angin Kencang Hantam Desa Mekarsari: Tujuh RUmah Rusak Berat
- Angin Kencang Hantam Tiga Desa di Kecamatan Maleber: Desa Mekarsari Paling Parah
- Kepengurusan PWI Kuningan Akan Segera Berakhir, Siapa Ketua Selanjutnya?
Untuk diketahui, bahwa prioritas pembangunan pada tahun 2027 dan 2028, difokuskan pada pemberdayaan masyarakat (empowering), sementara untuk fisik insfrastruktur berkurang. “APBD Kabupaten Kuningan masih masih terbebani untuk pembayaran P3K yang menjadi kewenangan daerah.” ujar Deni saat menghadiri Musrenbang Tahun 2027 dan Rencana Penyusunan Usulan Pembangunan Kelurahan di Aula Kantor Kelurahan Kuningan, Selasa 12 Oktober 2026 lalu.
Ia menyebut, salah satu contoh pemberdayaan bisa bekerjasama dengan KUA yang mempunyai program Pepeling. Bibit pohon bisa ditanam di lahan kosong, seperti yang dilakukan Perum Graha Alana.
Lurah Kuningan Edi Rohaedi, SE menjelaskan, bahwa selama tahun 2026, telah dilaksanakan penataan jalan lingkungan di samping SMAN 3 Kuningan, dan jalan Wisma Permata. Kemudian membuat gapura di Makam Gede menjelang haul Syech Maulana Akbar, dan penataan jalan lingkungan di Lame Payung yang bersumber dari DAU Kelurahan.

Selain itu, dilaksanakan pula program Rutilahu BSPS dari Kemen Pera sebanyak 10 unit yang dilaksanakan secara swadaya, pembangunan PAUD Kutilang di Pasapen, dan TK PGRI di Jalan Ahmad Yani dari Dinas Dikbud. Juga dibangun saluran air pada ruas jalan Pasapen munuju Perum Graha Alana.
Untuk tahun 2028, beberapa usulan yang masuk diantaranya perbaikan jalan Apidik, dan Jalan PUI. “Ke dua ruas jalan itu, sudah lama tidak digarap padahal ada di dalam kota,” ucap Elis, Ketua RT 01 RW 04.
Sementara itu, Sukartanu ketua RT 01 RW 09, mengusulkan untuk membangun jalan usaha tani dilengkapi jembatan Pagaden dan Jembatan Cijami yang menghubungkan Babakan Kel. Cigadung ke Pasapen.
Selain itu, perlu dibangun tembok penahan tebing (TPT) di pinggir Sungai Cijami, serta dilengkapinya fasilitas umum yakni fasilitas pendidikan berupa PAUD/TK, dan fasilitas kesehatan di Perum Graha Alana. (Tan)








Leave a Reply