CCigugur, MI.com — Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo hadir di tengah rangkaian kegiatan tradisi ritual Seren Tahun 1959 Saka Sunda, yang digelar di Cagar Budaya Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (5/06/2026) pukul 17.00-21.00 WIB.
Sebelumnya, Budayawan senior ini singgah di Padepokan Bumi Seni Tarikolot didampingi Yusup Oeblet Musisi Tabuhan Nusantara, sekaligus sebagai Owner BST (Bumi Seni Tarikolot) Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kuningan.
Saat ramah tamah di ruang Sri Manganti, Mas Sudjiwo Tedjo menyerap aspirasi tentang keberadaan masyarakat adat di Cigugur, khususnya perhelatan ritual Seren Taun yang digelar setiap tahun.
Sesuai tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya Untuk Masa Depan Bangsa”, Mas Tedjo menyampaikan apresiasi dengan digelarnya tradisi dan memberi acungan jempol atas digelarnya pertunjukan seni, yang melibatkan anak-anak SD/SMP/SMA dan mahasiswa Universitas Indonesia.
Baca juga :
- Presiden Jancukers Sudjiwo Tedjo Hadir Tradisi Seren Taun di Cigugur
- Kementan dan Pemprov Jabar Pilih Kuningan sebagai Pusat Gerdal Hama Terpadu
- Diskatan Kuningan dan IPB Siapkan Teknologi Pertanian Berbasis AI
- Operasi Patuh Lodaya 2026 : 8 – 21 Juni 2026, Ini 11 Pelanggaran Prioritas
Hal senada disampaikan Yusup Oeblet, talenta anak-anak dibidang seni budaya merupakan aset masa depan sebagai pewaris untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur, ungkapnya.
Kehadiran Mas Tedjo disambut oleh Bang Save Dagun suami dari Ratu Nana Paseban, yang menghadiahkan sebuah Buku berjudul “Kamus Ilmu dan Bahasa” sebagai tanda persahabatan.
Sebuah karya yang tak ternilai dari Bang Save Dagun. Ia menyusun “Buku Kamus Ilmu dan Bahasa” itu selama 30 tahun. Rentang waktu yang tentunya membutuhkan energy besar, ketelitian, ketekunan, dan ribuan kali menganalisa referensi serta berbagai rujukan untuk terus melengkapi, menyempurnakan Buku Kamus Ilmu dan Bahasa tersebut. Pencapaian karya buku ini, kata Oeblet belum tentu semua penulis sanggup melakukannya.
“Buku ini Saya hadiahkan untuk Mas Tedjo. Semoga bermanfaat untuk anak-cucu Kita dimasa depan,” kata adik dari Rikard Bagun, Mantan petinggi redaksi Kompas yang kini menjadi warga adat Paseban Cigugur. (H. Wawan Jr)*
