Kuningan, MI.com — Angin kencang kembali menghantam wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kali ini, Senin (2/11/2026) pukul 14.30 WIB, terjangan angin kencang mengakibatkan 13 bangunan di SMP Negeri 1 Luragung, mengalami rusak berat dan rusak ringan. Sementara tiga rumah warga Desa Sindangsuka, Kecamatan Luragung juga mengalami rusak berat, dan 4 rusak ringan.
Keterangan dari keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, menyebutkan sejumlah 13 ruang kelas dan 1 ruang laboratorium rusak ringan pada bagian atap, dan plafon rusak ringan sehingga air menggenangi ruang kelas.
“Dua ruang kelas rusak berat yakni kelas 8.1 dan kelas 7.1, dan tiga belas ruang mengalami rusak sedang, serta satu ruang laboratorium mengalami rusak sedang. Selain itu, dahan pohon Cebreng sepanjang 15 meter menimpa kantin yang seluas 12 meter persegi.” Terang Indra Bayu Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Selasa (3/11).
Kronologis kejadian, pada Senin (2/11) siang, dari pukul 14.30 hingga 15.30 WIB, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, mengakibatkan atap dan plafon bangun sekolah ambruk dan beberapa ruang kelas tergenang air.
Baca juga :
- Belasan Ruang Kelas SMPN 1 Luragung Rusak Berat Diterjang Angin Kencang
- Musrenbang Kelurahan Kuningan, Camat Deni: Sumber Dana Tak Hanya dari APBD
- Angin Kencang Hantam Desa Mekarsari: Tujuh RUmah Rusak Berat
- Angin Kencang Hantam Tiga Desa di Kecamatan Maleber: Desa Mekarsari Paling Parah
Pihak sekolah berkoordinasi dengan aparat desa, Kecamatan Luragung, TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD Kuningan bersama siswa dan warga sekitar dan aparat desa membersihkan material yang berserakan.
Indra Bayu mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di musim penghujan.

Tiga Rumah Warga Sindangsuka Rusak Berat
Daerah sekitar SMPN 1 Luragung, terutama di Dusun Pahing dan Dusun Puhun Desa Sindangsuka, Kecamatan Luragung, juga terdampak terjangan angin kencang.
Di Dusun Pahing RT 03 RW 01, rumah Radi (55) yang dihuni 2 KK dengan 5 jiwa mengalami rusak berat ada bagian atap spandek depan rumah seluas 15 M².
Selain itu, Dusun Puhun, yakni rumah Wasjim di RT 04/03 yang dihuni 1 KK dengan 4 jiwa mengalami rusak pada atap seluas 20 M², kondisi rusak berat. Rumah Cardi (56) yang dihuni 1 KK dengan 2 jiwa di Dusun Puhun RT 03/03, mengalami rusak berat pada bagian dapur seluas 8 M².
Sementara yang mengalami rusak ringan yakni rumah Suparman (65) di RT 04/03 mengalami rusak ringan pada bagian genteng, rumah Runaedi (62) di RT 01/03 rusak pada bagian genteng, rumah Tarsim (57) di RT 02/03 rusak bagian genteng, rumah Carmadi di RT 02/03 rusak pada bagian atap.
“Di Desa Sindangsuka, sejumlah tiga unit rumah mengalami rusak berat, dan empat unit mengalami rusak ringan pada bagian atap,” terang Indra Bayu.
Keluarga Warjim mengungsi ke rumah saudaranya yang dinilai lebih aman dan tidak jauh dari lokasi rumahnya. Masih hari Selasa, aparat desa bersama masyarakat langsung melakukan pembersihan material yang jatuh atau rusak. “Mereka memerlukan material bahan bangun dan logistik,” imbuh Ibe sapaan akrab Indra Bayu.
Angin kencang juga menerjang sebuah rumah berukuran seluas 36 meter persegi milik Emak Tarni (70) di Dusun Manis, Desa Legok, Kecamatan Cidahu. Rumah yang dihuni 1 KK dengan 2 jiwa itu, mengalami kerusakan berat bagian atapnya terbawa angin.
Selain itu, bagian atap spandek halaman Musala Irsadul Ibad di dusun yang sama juga dilaporkan terbawa angin. Akibat kejadian tersebut, satu unit fasilitas umum berupa musala mengalami kerusakan ringan. Saat ini, keluarga Tarni menempati bangunan Posyandu Dusun Manis. (Tan)








Leave a Reply