Cibingbin, MI.com  — Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin saat ini mendapat program Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini ini digulirkan untuk mengatasi kekeringan dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) di lahan sawah tadah hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan telah mendapatkan program Irpom yang mencakup pompa air dan perpipaan untuk mengairi sawah, memungkinkan kami para petani bisa menanam padi 2 – 3 kali dalam setahun.” Terang Sarim, Kasi Kesejahteraan Pemdes Sukamaju, mewakili Kepala Desa Sukamaju, Risto Saputra, Selasa (21/4/2026) di Kantor Desa Sukamaju.

Irpom ini dibangun di untuk mengairi sawah bengkok dan sawah masyarakat seluas 40 hektar. “Pembangunan Irpom ini memanfaatkan aliran Sungai Cijangkelok yang ditarik sejauh 60 meter dan ditampung di bak penampung yang lokasinya lebih tinggi, kemudian akan disalurkan ke area persawahan dengan jarak tempuh 430 meter,” terang Sarim.

Baca juga :

Sarim menambahkan, bahwa penyaluran air menggunakan pipa sapdak HDPE. “Kami juga memasasang pipa pembagi guna mengairi sawah-sawah yang dekat bak penampungan dan tidak mengganggu jalur utama. Sekarang pembangunan bak penampungan sudah selesai, tinggal dipasang mesin penyedotnya saja, yang akan dilaksanakan segera”.

Berhubung di Sungai Cijangkelok yang berada di wilayah kami tidak ada leuwi (air dalam dan lebar),  kami berencana membuat tempat penampungan air (kolam) degan bronjong dan terpal. Saat ini permohonan bantuan bronjong sudah diajukan sebanyak 50 unit ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk – Cisanggarung (Cimancis).

“Air dari Irpom ini sangat diperlukan oleh para petani terutama di musim kemarau untuk mengairi sawah, sehingga dapat melakukan indek percepatan tanam, 2 – 3 kali dalam satu tahun.” ucap dia.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk berperan dalam merawat Irpom. Irpom yang dibangun ini melengkapi ketersediaan suplai air yang sudah ada yang ditarik dari mata air Parakan Kalong dengan jarak 600 meter, sayangnya suplay air sering tersendat dan tidak stabil. (Tarman)*

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *