Kuningan, MI.com  — Kebakaran nyaris melanda Pesantren Nurul Huda yang berlokasi di Lingkungan Subur RT 09 RW 05, Kelurahan Windusengkahan, Kecamatan Kuningan, Minggu (19/4/2026) pagi, nyaris terbakar. Beruntung Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kabupate.n Kuningan segera bertindak.

Peristiwa ini dipicu oleh kebocoran gas saat aktivitas memasak berlangsung. Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB. “Dari keterangan pelapor, Suherman, sekitar pukul 07.30 WIB saat bapak Eka sedang memasak di dapur pesantren, tiba-tiba mencium bau gas dan ada bunyi mendesis,” ujar Andri.

Tak lama kemudian lanjutnya, api tiba-tiba muncul dari salah satu tabung gas ukuran 12 kilogram. Dalam kondisi panik, Eka sempat berupaya memadamkan api menggunakan kain basah, namun kobaran tidak berhasil dikendalikan.

Baca juga :

Karena khawatir api semakin membesar, Suherman yang berada di lokasi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar langsung diterjunkan. Proses pemadaman dilakukan oleh dua anggota piket Regu 1 dan dua anggota piket Regu 2.

“Pemadaman juga dilakukan bersama 1 anggota Polsek Kuningan dan siswa pesantren. Setelah melakukan pemadaman, dilakukan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” tuturnya Andri.

Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar lima menit menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran berasal dari kebocoran selang gas yang tersambar api kompor yang sedang menyala.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir sekitar Rp200 ribu, berupa kerusakan satu unit regulator dan selang gas.

Damkar juga mencatat adanya hambatan saat proses penanganan, yakni akses jalan menuju lokasi kejadian yang sempit dan hanya dapat dilalui satu kendaraan roda empat.

Selain itu, pihak Damkar menyoroti minimnya sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di lingkungan pesantren.

“Pengelola pesantren belum memiliki sarpras dan belum melakukan pelatihan pencegahan kebakaran,” ungkap Andri. (Tan)*

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *